Selasa, 23 Oktober 2012

Perajin Pisau Golok Tradisional Gresik Tetap Diminati

Pagi ini, nampak kesibukan terjadi di sentra Perajin Pisau Golok di Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Suara dentingan bertalu-talu sudah terdengar sejak pagi buta memecah keheningan pagi, dengan bermandi peluh para perajin Pande Besi berjuang menempa batangan besi atau logam mulia untuk dibentuk menjadi pisau golok sesuai pesanan para pelanggannya. Meskipun dewasa ini marak beredar dipasaran produk pabrikan, namun para perajin golok di Gresik tetap bertahan dengan segala keterbatasan yang ada. Mereka meyakini, bahwa produk hasil buatannya tetap dapat bersaing meskipun harus dikerjakan secara tradisional seperti pengetahuan yang dipelajari dari para leluhurnya.

Kesibukan tersebut terjadi hampir setiap hari sejak sebulan yang lalu, maklum, sebentar lagi sudah memasuki musim potong hewan kurban yang berpengaruh pada meningkatnya jumlah pesanan produk para pande besi tersebut.
Bermacam-macam pesanan datang silih berganti tiap harinya, pisau kulit, pisau potong daging hingga kapak tulang banyak dipesan menjelang Hari Raya Idul Qurban yang identik dengan pemotongan hewan kurban.
Mereka, para perajin pande besi, merasa terpanggil untuk membuat setiap barang pesanan tetap berkualitas tinggi, tajam dan tidak mudah berkarat.
Syarif Hidayatullah, salah seorang perajin ahli pembuat macam-macam pisau, mengatakan, pekerjaan pande besi ditekuninya sejak kecil, sebab pekerjaan tersebut merupakan warisan leluhurnya.
"Tidak mudah untuk membuat sebilah pisau yang istimewa, selain dibutuhkan kesabaran dan ketelatenan, juga dibutuhkan keahlian," ucap pria tambun tersebut.
Dikatakan Syarif, membuat barang pesanan bermutu dan berkualitas baginya adalah sebuah karya besar dan prestasi yang tidak ternilai, sebab dirinya merasa ada kepuasan batin yang diterimanya seusai menyelesaikan satu macam pesanan yang berkualitas.

Untuk musim Qurban tahun ini, Syarif mengaku menerima lonjakan pesanan mencapai 300 persen jika dibanding degan hari-hari biasanya.
 "Jika pada hari biasa, kami hanya mampu memproduksi sebanyak 10 pisau per hari, Tetapi sejak satu bulan terakhir, meningkat hingga mencapai 30 pisau, perhari,"kata Syarif Hidayatullah.
 
Peningkatan jumlah pesanan   juga dialami Para perajin pisau golok lainnya.Kebanyakan, pesanan pisau parang dan golok Akan  digunakan untuk menyembelih dan memotong hewan qurban pada saat hari raya Idhul Adha tiba.
 
Peningkatan order  hingga 300 persen di banding hari hari biasanya tersebut tentu saja menjadi berkah tersendiri bagi para perajin yang  menekuni usaha pandai besi  atau pembuat pisau golok sejak kecil yang merupakan warisan  nenek moyangnya.
Agar tidak mengecewakan para pemesan, para perajin terpaksa menambah jam kerja hingga larut malam.
Sejak satu bulan terakhir, pandai besi di Desa Kawisanyar, Kecamatan Kebomas, Gresik, semakin sibuk menyusul meningkatnya  pesanan produk kerajinan mereka hingga mencapai 300 persen lebih.

Dikatakan Syarif, kali ini pesanan terbanyak  adalah jenis golok, parang serta kapak yang biasa digunakan warga untuk menyembelih hewan qurban. "Mungkin pisau - pisau produk kami yang tahun lalu dipesan masih ada, sehingga para pembeli lebih memilih jenis Golok, Parang dan Kapak,"imbuhnya.  

Hal senada juga diungkapkan perajin lainnya,Muhammad Iksan, yang terpaksa menambah jam kerja hingga larut malam agar tidak mengecewakan para pemesan.
"Untuk menghasilkan pisau berkualitas, kami hanya menggunakan bahan baku limbah besi baja atau bantalan per kendaraan yang sudah tidak terpakai lagi, sehingga kualitas produknya cukup kuat, tajam dan tidak mudah berkarat," ucap Pandai Besi  satu-satunya  yang hingga kini masih bertahan dengan alat tradisionalnya tersebut.
Pisau golok hasil produksi mereka banyak diminati pasaran. Dan Para pelanggannya datang dari berbagai wilayah di Jawa Timur seperti  Gresik, Lamongan, Surabaya dan Sidoarjo.
Untuk mendapatkan Produk pisau karya perajin di sentra Gresik tersebut, para pelanggan bisa mendapatkannya  dengan harga bervariatif, mulai dari 100 Ribu Rupiah, hingga 300 Ribu Rupiah bergantung ukuran parang dan kapak yang dipesan. 
Meskipun dewasa ini marak beredar dipasaran produk pabrikan, para perajin golok di Gresik tetap bertahan dengan segala keterbatasan yang ada.(Hidayat)

4 komentar:

  1. Balasan
    1. ARTIKELNYA MANTAP GAN ... POSTINGNYA DITAMBAH LAGI DONK...
      MAKASIH YA GAN... OIYA SOB YG PINGIN LEBIH PERKASA DIRANJANG

      KLIK AJA DISINI
      KLIK AJA DISINI
      KLIK AJA DISINI

      MUNGKIN AJA BERMANFAAT

      Hapus